Seluruh siswa dan jajaran guru SDN 3 Dlepih hari ini berkumpul bersama untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025. Dengan mengusung tema "Menjaga Lingkungan, Menanam Kebaikan," kegiatan bersih-bersih sampah massal ini difokuskan di area sekolah dan sekitarnya, menunjukkan komitmen kuat sekolah terhadap isu lingkungan.
Sejak pagi, suasana SDN 3 Dlepih telah semarak. Para siswa, dari kelas 1 hingga kelas 6, tampak antusias membawa kantong sampah. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, menyisir setiap sudut sekolah mulai dari halaman, ruang kelas, hingga area taman dan selokan di sekitar lingkungan sekolah. Sampah-sampah plastik, kertas, daun kering, hingga botol bekas berhasil dikumpulkan dengan bekerjasama.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan, namun juga menjadi momen edukasi penting bagi para siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan benar. Guru-guru terlihat mendampingi dan memberikan arahan, menjelaskan bagaimana memilah sampah organik dan anorganik.
Salah satu guru kelas 4, Bapak Ambar Budi Cahyono,S.Pd.SD, menyoroti aspek pembelajaran dari kegiatan ini. "HPSN adalah momentum tepat untuk mengajarkan praktik langsung kepada siswa. Mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi juga langsung merasakan bagaimana rasanya ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan", jelasnya.
Antusiasme juga terpancar jelas dari para siswa. "Seru sekali! Tadinya aku kira membersihkan sampah itu capek, tapi kalau bareng-bareng jadi semangat. Banyak sampah yang berhasil aku kumpulkan," kata Zahra, siswi kelas 4.
Sementara itu, Fajar, siswa kelas 6, menambahkan, "Aku jadi tahu kalau sampah itu banyak sekali kalau tidak dibersihkan. Aku juga jadi lebih sadar untuk tidak buang sampah sembarangan lagi dan akan ingatkan teman-teman yang lain."
Kegiatan peringatan HPSN di SDN 3 Dlepih ditutup dengan sesi edukasi singkat mengenai daur ulang sampah dan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Pihak sekolah berharap, semangat yang ditunjukkan pada hari ini dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan positif bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar.
0 Komentar